Single Mode Fiber adalah jenis fiber optic dengan inti (core) yang sangat kecil, sekitar 8–10 mikrometer. Kabel ini hanya mengalirkan satu mode cahaya pada satu waktu, sehingga dapat mentransmisikan data pada jarak sangat jauh dengan distorsi minimal.
Kegunaan:
- Telekomunikasi jarak jauh
- Jaringan backbone internet
- Koneksi antar kota & antar negara
Keunggulan:
- Jarak transmisi sangat jauh
- Reduksi sinyal sangat rendah
- Bandwidth sangat besar
Kekurangan:
- Harga lebih mahal
- Instalasi lebih kompleks
Multi Mode Fiber memiliki diameter inti lebih besar (50–62.5 mikrometer) yang memungkinkan banyak mode cahaya bergerak secara bersamaan. Cocok untuk jarak pendek hingga menengah.
Kegunaan:
- Jaringan LAN (Gedung & Kampus)
- Data center
- Sistem CCTV skala besar
Keunggulan:
- Harga relatif murah
- Instalasi mudah
- Cocok untuk penggunaan indoor
Kekurangan:
- Jarak lebih pendek dibanding SMF
- Lebih sensitif terhadap dispersi cahaya
Jenis ini menggunakan lapisan pelindung langsung pada inti serat sehingga lebih cocok untuk instalasi indoor atau lingkungan yang membutuhkan fleksibilitas tinggi.
Kegunaan:
- Instalasi gedung
- Keperluan patch cord
- Jaringan internal kampus/perkantoran
Keunggulan:
- Mudah ditangani
- Fleksibel
- Cocok untuk indoor
Kekurangan:
- Tidak cocok untuk jarak jauh
- Mudah rusak jika terkena cuaca ekstrem
Loose Tube Fiber dirancang untuk penggunaan outdoor. Inti serat ditempatkan dalam tabung longgar yang berisi gel pelindung sehingga tahan terhadap kelembapan dan suhu ekstrem.
Kegunaan:
- Jaringan outdoor
- Pemasangan di tanah atau tiang
- Fiber untuk daerah bersuhu ekstrem
Keunggulan:
- Sangat tahan cuaca
- Melindungi serat dari air dan suhu ekstrem
Kekurangan:
- Instalasi lebih rumit
- Kurang fleksibel untuk indoor
- Corning
- Furukawa
- OFS (Optical Fiber Solution)
- Sumitomo Electric
- FiberHome
Sumber Referensi:
- Corning Optical Fiber Documentation
- ITU-T G.652 & G.657 Standards
- Furukawa Fiber Optic Handbook
- Cisco Networking Academy – Fiber Optics Module
Setiap jenis fiber optic memiliki karakteristik berbeda dan digunakan sesuai kebutuhan jaringan. Single Mode unggul dalam jarak jauh, Multi Mode cocok untuk area gedung, Tight Buffered untuk indoor, dan Loose Tube untuk kondisi outdoor ekstrem. Memahami perbedaan ini membantu memilih jenis kabel yang efisien, tahan lama, dan sesuai kebutuhan di berbagai bidang seperti telekomunikasi, data center, hingga jaringan kampus.

