Rabu, 26 November 2025

Memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic.

Artikel Jenis-Jenis Fiber Optic
Artikel: Memahami Jenis-Jenis Kabel Fiber Optic
1. Single Mode Fiber (SMF)

Single Mode Fiber adalah jenis fiber optic dengan inti (core) yang sangat kecil, sekitar 8–10 mikrometer. Kabel ini hanya mengalirkan satu mode cahaya pada satu waktu, sehingga dapat mentransmisikan data pada jarak sangat jauh dengan distorsi minimal.

Kegunaan:

  • Telekomunikasi jarak jauh
  • Jaringan backbone internet
  • Koneksi antar kota & antar negara

Keunggulan:

  • Jarak transmisi sangat jauh
  • Reduksi sinyal sangat rendah
  • Bandwidth sangat besar

Kekurangan:

  • Harga lebih mahal
  • Instalasi lebih kompleks
2. Multi Mode Fiber (MMF)

Multi Mode Fiber memiliki diameter inti lebih besar (50–62.5 mikrometer) yang memungkinkan banyak mode cahaya bergerak secara bersamaan. Cocok untuk jarak pendek hingga menengah.

Kegunaan:

  • Jaringan LAN (Gedung & Kampus)
  • Data center
  • Sistem CCTV skala besar

Keunggulan:

  • Harga relatif murah
  • Instalasi mudah
  • Cocok untuk penggunaan indoor

Kekurangan:

  • Jarak lebih pendek dibanding SMF
  • Lebih sensitif terhadap dispersi cahaya
3. Tight Buffered Fiber

Jenis ini menggunakan lapisan pelindung langsung pada inti serat sehingga lebih cocok untuk instalasi indoor atau lingkungan yang membutuhkan fleksibilitas tinggi.

Kegunaan:

  • Instalasi gedung
  • Keperluan patch cord
  • Jaringan internal kampus/perkantoran

Keunggulan:

  • Mudah ditangani
  • Fleksibel
  • Cocok untuk indoor

Kekurangan:

  • Tidak cocok untuk jarak jauh
  • Mudah rusak jika terkena cuaca ekstrem
4. Loose Tube Fiber

Loose Tube Fiber dirancang untuk penggunaan outdoor. Inti serat ditempatkan dalam tabung longgar yang berisi gel pelindung sehingga tahan terhadap kelembapan dan suhu ekstrem.

Kegunaan:

  • Jaringan outdoor
  • Pemasangan di tanah atau tiang
  • Fiber untuk daerah bersuhu ekstrem

Keunggulan:

  • Sangat tahan cuaca
  • Melindungi serat dari air dan suhu ekstrem

Kekurangan:

  • Instalasi lebih rumit
  • Kurang fleksibel untuk indoor
5. Merek Fiber Optic yang Umum Digunakan
  • Corning
  • Furukawa
  • OFS (Optical Fiber Solution)
  • Sumitomo Electric
  • FiberHome

Sumber Referensi:

  • Corning Optical Fiber Documentation
  • ITU-T G.652 & G.657 Standards
  • Furukawa Fiber Optic Handbook
  • Cisco Networking Academy – Fiber Optics Module
Kesimpulan

Setiap jenis fiber optic memiliki karakteristik berbeda dan digunakan sesuai kebutuhan jaringan. Single Mode unggul dalam jarak jauh, Multi Mode cocok untuk area gedung, Tight Buffered untuk indoor, dan Loose Tube untuk kondisi outdoor ekstrem. Memahami perbedaan ini membantu memilih jenis kabel yang efisien, tahan lama, dan sesuai kebutuhan di berbagai bidang seperti telekomunikasi, data center, hingga jaringan kampus.

Artikel ini dirancang dengan gaya futuristik warna cerah untuk kebutuhan blogging dan pembelajaran.

Memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan.

Memahami Jenis-jenis Kabel Fiber Optic

Pengertian Umum

Kabel fiber optic merupakan media transmisi berbahan serat kaca atau plastik yang membawa cahaya sebagai sinyal data. Jenis-jenisnya dibedakan berdasarkan mode cahaya, jarak transmisi, ukuran inti, dan konstruksi kabel.

1. Single-Mode Fiber (SMF)

SMF memiliki inti kecil 8–10 µm dan hanya melewatkan satu mode cahaya sehingga ideal untuk jarak jauh.

Keunggulan

  • Mendukung jarak panjang (hingga puluhan km).
  • Bandwidth besar.
  • Redaman rendah.

Kekurangan

  • Modul optik lebih mahal.
  • Instalasi lebih presisi.

Kegunaan

  • Backbone internet.
  • Metro & long-haul network.
  • FTTH / FTTB.

Merek Populer

  • Corning SMF-28
  • Furukawa OS2
  • OFS AllWave

2. Multimode Fiber (MMF)

MMF memiliki inti besar 50/62.5 µm yang mendukung banyak mode cahaya, cocok untuk jarak pendek dan gedung.

Keunggulan

  • Murah untuk jarak dekat.
  • Mudah dipasang.
  • Transceiver lebih murah.

Kekurangan

  • Jarak pendek (100–550 m).
  • Bandwidth lebih kecil dari SMF.

Jenis MMF

  • OM1 – 62.5 µm
  • OM2 – 50 µm
  • OM3 – 10 Gbps
  • OM4 – 40–100 Gbps

Merek Populer

  • CommScope LazrSPEED
  • Corning ClearCurve
  • Furukawa MMF Series

3. Konstruksi Kabel Fiber Optic

Simplex

Satu core – untuk transmisi satu arah.

Duplex

Dua core – umum di perangkat jaringan.

Loose Tube

Untuk outdoor, tahan air dan cuaca.

Tight Buffered

Cocok untuk instalasi indoor.

Merek konstruksi populer

  • Belden Fiber Series
  • Furukawa Outdoor Cable
  • FiberHome ADSS Cable

4. Kegunaan Berdasarkan Bidang

  • Telekomunikasi: SMF OS2
  • Data Center: MMF OM3/OM4
  • Rumah: FTTH (Drop Fiber)
  • Industri: Loose-tube armored kabel

5. Kekurangan Umum Fiber Optic

  • Rapuh dibanding tembaga.
  • Penyambungan (splicing) mahal.
  • Butuh teknisi khusus.

Kesimpulan

Berbagai jenis fiber optic memiliki fungsi berbeda. SMF unggul pada jarak jauh dan kecepatan tinggi, sementara MMF lebih murah untuk jarak dekat. Pemilihan kabel harus mempertimbangkan lokasi, jarak, dan kebutuhan bandwidth agar jaringan efisien dan handal.

Sumber Referensi

  • FS.com – "Types of Fiber Optic Cable"
  • Corning – "Optical Fiber Catalog"
  • CommScope – "Fiber System Overview"
  • Cisco – "Fiber Networking Basics"
  • Furukawa – "Fiber Optic Cable Construction"

Memahami jenis-jenis kabel fiber optic.

Memahami Jenis-jenis Kabel Fiber Optic

Pengertian Umum

Kabel fiber optic merupakan media transmisi berbasis serat kaca atau plastik yang membawa cahaya sebagai sinyal data. Varian fiber optic dibedakan berdasarkan mode transmisi cahaya, konstruksi, dan bahan pelindungnya. Masing-masing memiliki fungsi, jarak, dan performa yang berbeda.

1. Single-Mode Fiber (SMF)

Single-Mode memiliki inti sangat kecil (8–10 µm) sehingga cahaya hanya melintas dalam satu mode. Mampu mengirim data jarak sangat jauh dengan redaman kecil.

Keunggulan:

  • Jarak sangat jauh (10–80 km tanpa repeater).
  • Bandwidth sangat besar.
  • Stabil dan redaman rendah.

Kekurangan:

  • Perangkat laser lebih mahal.
  • Pemasangan lebih presisi.

Digunakan pada:

  • Backbone antar kota / antar negara.
  • Metro Ethernet.
  • Koneksi FTTH.

Merek populer:

  • Corning SMF-28
  • Furukawa OS2
  • OFS AllWave Series

2. Multimode Fiber (MMF)

Multimode memiliki inti lebih besar (50/62.5 µm) dan membawa banyak mode cahaya sekaligus. Cocok untuk jarak pendek dan biaya lebih murah.

Keunggulan:

  • Transceiver LED lebih murah.
  • Instalasi lebih mudah.
  • Cocok untuk LAN dan Data Center.

Kekurangan:

  • Jarak lebih pendek (100–550 m).
  • Lebih sensitif terhadap modal dispersion.

Jenis Multimode:

  • OM1 – 62.5 µm (200 Mbps – 300 m)
  • OM2 – 50 µm (1 Gbps – 600 m)
  • OM3 – 10 Gbps – 300 m
  • OM4 – 10 Gbps – 550 m

Merek populer:

  • Corning ClearCurve
  • Furukawa OFS OM3/OM4
  • CommScope LazrSPEED

3. Konstruksi Kabel Fiber Optic

Simplex

1 core — untuk perangkat yang mengirim hanya satu arah.

Duplex

2 core — umum dipakai pada transceiver SFP (TX/RX).

Loose Tube

Khusus outdoor, berisi banyak core dalam tube berisi gel untuk perlindungan kelembapan.

Tight Buffered

Cocok untuk indoor karena mudah ditarik ke patch panel.

Merek konstruksi terkenal:

  • Furukawa Outdoor GYXTC8S
  • Belden Tight-Buffered Series
  • FiberHome ADSS Cable

4. Kegunaan Setiap Jenis pada Bidangnya

  • Telekomunikasi: SMF untuk backbone.
  • Data Center: MMF OM3/OM4.
  • FTTH: SMF OS2.
  • Industri Oil & Gas: Loose tube armored.
  • Kampus/Perkantoran: MMF untuk switch antar lantai.

5. Kekurangan Umum Fiber Optic

  • Lebih rapuh dibanding kabel tembaga.
  • Biaya instalasi awal lebih tinggi.
  • Membutuhkan alat splicing khusus.
  • Perbaikan tidak bisa sembarang teknisi.

Kesimpulan

Kabel fiber optic memiliki berbagai jenis untuk kebutuhan berbeda. Single-Mode unggul pada jarak jauh dan backbone, Multimode lebih ekonomis untuk jarak pendek seperti LAN dan Data Center. Konstruksi kabel seperti loose-tube dan tight-buffered menentukan lokasi pemasangan. Dengan memahami fungsinya, pemilihan fiber optic menjadi lebih tepat dan efisien.

Sumber Artikel

  • FS.com — “Fiber Optic Cable Types Explained”
  • Corning — “SMF & MMF Product Guide”
  • CommScope — “Multimode Fiber Technologies”
  • Furukawa Electric — “Fiber Cable Construction Overview”
  • Cisco — “Fiber Optic Fundamentals”

Memahami jaringan fiber optic

Artikel Fiber Optic Lengkap

Memahami Jaringan Fiber Optic (Artikel Lengkap)

Ringkasan: Fiber optic adalah teknologi komunikasi yang mengirimkan data menggunakan cahaya melalui serat kaca atau plastik. Teknologi ini dikenal dengan kecepatan transmisi tinggi, jarak jangkau jauh, dan ketahanan terhadap gangguan elektromagnetik.

Pengertian Fiber Optic

Fiber optic adalah media transmisi data berbahan dasar kaca atau plastik yang sangat tipis, yang berfungsi membawa sinyal cahaya dari satu titik ke titik lainnya. Cahaya ini membawa informasi berupa data digital sehingga proses pengiriman data dapat berlangsung sangat cepat.

Fungsi Fiber Optic

  • Sebagai media transmisi jaringan internet berkecepatan tinggi.
  • Menghubungkan perangkat jaringan dalam data center.
  • Sebagai backbone jaringan telekomunikasi antar kota/negara.
  • Digunakan pada sistem keamanan seperti CCTV jarak jauh.
  • Digunakan dalam dunia medis, misalnya alat endoskopi.

Alat yang Menggunakan Teknologi Fiber Optic

  • OLT (Optical Line Terminal) – digunakan pada ISP untuk distribusi fiber ke pelanggan.
  • ONT/ONU – modem fiber di rumah pengguna.
  • SFP / Transceiver – pengubah sinyal listrik ke cahaya.
  • Switch dan Router Fiber.
  • Alat Medis – endoskopi dan imaging optik.
  • Sistem keamanan – CCTV fiber.

Keunggulan Fiber Optic

  • Kecepatan sangat tinggi (hingga Gbps – Tbps).
  • Tidak terpengaruh gangguan elektromagnetik.
  • Dapat menjangkau jarak jauh tanpa banyak kehilangan sinyal.
  • Bandwidth besar untuk banyak pengguna sekaligus.
  • Lebih aman karena sulit disadap.

Kekurangan Fiber Optic

  • Biaya pemasangan awal relatif mahal.
  • Membutuhkan teknisi khusus untuk splicing.
  • Serat optik mudah patah jika tidak ditangani dengan hati-hati.

Sejarah Singkat Fiber Optic

Teknologi fiber optic dimulai pada tahun 1840-an ketika peneliti menemukan bahwa cahaya dapat merambat melalui jalur melengkung. Pada tahun 1960, laser pertama diciptakan, yang membuka jalan bagi transmisi cahaya untuk komunikasi. Pada tahun 1970, Corning Glass Works berhasil membuat serat kaca dengan loss sangat rendah, sehingga memungkinkan fiber optic digunakan secara komersial. Pada 1980-an, fiber optic mulai menggantikan kabel tembaga pada backbone telekomunikasi hingga saat ini menjadi standar global.

Contoh Penggunaan Fiber Optic

  • Jaringan internet rumah (Indihome, Biznet, First Media).
  • Koneksi backbone antar data center.
  • Kabel laut internasional (Submarine Fiber Cable).
  • Sistem komunikasi militer dan keamanan.
  • Broadcasting & TV Digital.

Kesimpulan

Fiber optic merupakan teknologi komunikasi modern yang memanfaatkan cahaya sebagai media pengiriman data. Dengan kecepatan tinggi, ketahanan terhadap interferensi, dan kemampuan jarak jauh, fiber optic menjadi pilihan utama dalam jaringan internet masa kini, telekomunikasi, serta berbagai aplikasi industri dan medis. Meskipun memiliki kekurangan seperti biaya instalasi yang tinggi dan membutuhkan teknisi khusus, kelebihannya menjadikan fiber optic sebagai teknologi yang paling diandalkan dan terus berkembang.


Sumber Artikel

  1. ScienceDirect – *Fiber Optic Networks Overview*
  2. Lifewire – *What Is Fiber Optic Cable?*
  3. Cisco Documentation – Fiber Optic Basics
  4. Corning Optical Fiber – History of Optical Fiber

Subbetting VLSM dengan Network: 192.168.10.0/25



VLSM — Variable Length Subnet Mask
Ringkasan, prinsip, contoh /24, dan kasus tambahan /25 (lengkap dengan diagram & tabel)

1. Pengertian VLSM

VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah teknik subnetting di mana satu jaringan IP dibagi menjadi beberapa subnet dengan ukuran berbeda sesuai kebutuhan host. Tidak semua subnet harus memiliki jumlah host sama; VLSM menyesuaikan ukuran subnet agar penggunaan IP Address lebih efisien. VLSM adalah pengembangan dari FLSM (Fixed Length Subnet Mask) yang memberikan ukuran sama ke semua subnet.

2. Kenapa VLSM Dibutuhkan?

FLSM sering menyebabkan pemborosan IP karena setiap subnet diberi kapasitas sama meski tidak diperlukan. Dengan VLSM, kita dapat:

  • Membuat subnet besar untuk banyak host.
  • Membuat subnet kecil untuk sedikit host.
  • Mengoptimalkan penggunaan alamat IPv4 yang terbatas.

3. Prinsip Dasar VLSM

  • Hitung kebutuhan host tiap subnet.
  • Urutkan kebutuhan dari terbesar ke terkecil.
  • Alokasikan blok terbesar terlebih dahulu.
  • Gunakan batas biner (blok 2ⁿ) untuk pemotongan.
  • Pastikan tidak terjadi overlap.

4. Contoh Kasus VLSM — Network: 192.168.10.0/24

Kebutuhan:

  • Subnet A = 100 host
  • Subnet B = 50 host
  • Subnet C = 25 host
  • Subnet D = 10 host
Solusi (ringkas): Subnet A → /25 → 192.168.10.0/25 (128 addr, 126 usable)
Subnet B → /26 → 192.168.10.128/26 (64 addr, 62 usable)
Subnet C → /27 → 192.168.10.192/27 (32 addr, 30 usable)
Subnet D → /28 → 192.168.10.224/28 (16 addr, 14 usable)
192.168.10.0/24 (0 - 255) ├─ 192.168.10.0/25 (0 - 127) -> Subnet A (100 host) └─ 192.168.10.128/25 (128 - 255) ├─ 192.168.10.128/26 (128 - 191) -> Subnet B (50 host) └─ 192.168.10.192/26 (192 - 255) ├─ 192.168.10.192/27 (192 - 223) -> Subnet C (25 host) └─ 192.168.10.224/27 (224 - 255) ├─ 192.168.10.224/28 (224 - 239) -> Subnet D (10 host) └─ 192.168.10.240/28 (240 - 255) -> Sisa
SubnetPrefixNetworkUsable RangeBroadcastTotal AddrUsable Hosts
Subnet A/25192.168.10.0192.168.10.1 - 192.168.10.126192.168.10.127128126
Subnet B/26192.168.10.128192.168.10.129 - 192.168.10.190192.168.10.1916462
Subnet C/27192.168.10.192192.168.10.193 - 192.168.10.222192.168.10.2233230
Subnet D/28192.168.10.224192.168.10.225 - 192.168.10.238192.168.10.2391614

5. Kelebihan VLSM

  • Efisien dalam penggunaan IP Address.
  • Fleksibel untuk berbagai ukuran subnet.
  • Cocok untuk jaringan besar dengan banyak subnet berbeda.

6. Kekurangan VLSM

  • Perhitungannya lebih rumit dibanding FLSM.
  • Perlu dokumentasi yang baik agar tidak terjadi overlap.
  • Hanya bisa digunakan pada routing yang mendukung classless addressing (CIDR).

Diagram Visual — Alur Perhitungan VLSM (Algoritma singkat)

1) Hitung kebutuhan host tiap subnet. (mis. A:100, B:50, C:25, D:10) 2) Urutkan kebutuhan dari terbesar → terkecil. 3) Ambil blok terbesar yang tersedia (network source) dan alokasikan prefix terkecil yang memenuhi kebutuhan. 4) Dari sisa blok yang belum dipakai, ulangi langkah 3 untuk kebutuhan berikutnya. 5) Periksa overlap dan dokumentasikan setiap alokasi.

Penjelasan langkah pada contoh /24

Contoh: 192.168.10.0/24 — kita butuh A:100, B:50, C:25, D:10.

  1. Pilih untuk Subnet A: butuh ≥100 → blok terdekat yang memenuhi adalah 128 alamat → prefix /25. Alokasikan 192.168.10.0/25.
  2. Dari sisa 192.168.10.128/25, pilih Subnet B: butuh ≥50 → ambil /26 (64 alamat) → 192.168.10.128/26.
  3. Sisa 192.168.10.192/26 → untuk Subnet C gunakan /27 (32 alamat) → 192.168.10.192/27.
  4. Sisa 192.168.10.224/27 → untuk Subnet D gunakan /28 (16 alamat) → 192.168.10.224/28.

Tips praktis & checklist

  • Urutkan kebutuhan dari terbesar ke terkecil agar menghindari fragmentasi.
  • Gunakan kalkulator subnet atau spreadsheet untuk menghindari kesalahan.
  • Dokumentasikan network, prefix, gateway (mis. .1), range DHCP, dan tujuan tiap subnet.
  • Periksa overlap: semua network harus non-overlapping.
  • Simpan cadangan beberapa blok kecil untuk pertumbuhan mendadak.
  • Pastikan router/perangkat mendukung CIDR/classless routing.
Checklist validasi akhir sebelum deploy: Semua kebutuhan host terpenuhi • Tidak ada overlap • Gateway & DHCP terdefinisi • Dokumentasi lengkap • Cadangan tersedia

Kasus Tambahan — Network: 192.168.10.0/25

Kebutuhan:

  • Subnet A = 60 host
  • Subnet B = 24 host
  • Subnet C = 12 host
  • Subnet D = 5 host
Keterangan: /25 memiliki 128 alamat total (126 usable). Dengan VLSM kita bisa bagi menjadi beberapa prefix yang sesuai kebutuhan.
SubnetKebutuhanBlok terdekatPrefix
Subnet A6064/26
Subnet B2432/27
Subnet C1216/28
Subnet D58/29
Network utama: 192.168.10.0/25 (0 - 127) 1) Alokasikan Subnet A (60 host) → /26 (64 addr) => 192.168.10.0/26 (0 - 63) usable: .1 - .62 | broadcast .63 2) Sisa mulai dari 192.168.10.64 Alokasikan Subnet B (24 host) → /27 (32 addr) => 192.168.10.64/27 (64 - 95) usable: .65 - .94 | broadcast .95 3) Sisa mulai dari 192.168.10.96 Alokasikan Subnet C (12 host) → /28 (16 addr) => 192.168.10.96/28 (96 - 111) usable: .97 - .110 | broadcast .111 4) Sisa mulai dari 192.168.10.112 Alokasikan Subnet D (5 host) → /29 (8 addr) => 192.168.10.112/29 (112 - 119) usable: .113 - .118 | broadcast .119 Sisa cadangan: 192.168.10.120 - 192.168.10.127 (192.168.10.120/29)
SubnetNetworkPrefixUsable RangeBroadcastTotal AddrUsable Hosts
A192.168.10.0/26192.168.10.1 - 192.168.10.62192.168.10.636462
B192.168.10.64/27192.168.10.65 - 192.168.10.94192.168.10.953230
C192.168.10.96/28192.168.10.97 - 192.168.10.110192.168.10.1111614
D192.168.10.112/29192.168.10.113 - 192.168.10.118192.168.10.11986
Cadangan192.168.10.120/29192.168.10.121 - 192.168.10.126192.168.10.12786
Catatan: Perhitungan di atas mengikuti aturan blok biner (2ⁿ). Untuk setiap subnet, jumlah usable hosts = total addr - 2 (network & broadcast), kecuali jika digunakan skenario khusus seperti point-to-point yang mengizinkan penggunaan berbeda.

Rabu, 12 November 2025

Apa itu wildcard dan cara menggunakannya?

 


Apa itu Wildcard dan Cara Menggunakannya
🌐 Apa Itu Wildcard dan Cara Menggunakannya

🔹 Pengertian Wildcard

Wildcard adalah karakter atau simbol khusus yang digunakan untuk mewakili satu atau lebih karakter lain dalam proses pencarian atau pencocokan pola. Wildcard sering digunakan dalam komputasi, pemrograman, dan jaringan komputer untuk mencari, memfilter, atau mengelola data secara fleksibel.

🎯 Tujuan Penggunaan Wildcard

Tujuannya adalah untuk mencari dan mencocokkan pola teks tertentu dalam kumpulan data besar dengan cepat dan efisien.

Contoh:
- Menemukan semua file yang berakhiran dengan .txt
- Menemukan semua kata yang dimulai dengan huruf “A”

💻 Penggunaan Wildcard di Command Line

Dalam Command Line Interface (CLI), wildcard digunakan untuk menyaring nama file atau direktori.

ls *.txt

Menampilkan semua file berekstensi .txt di direktori saat ini.

🖱️ CLI vs GUI

AspekCLI (Command Line)GUI (Graphical User Interface)
Cara PenggunaanMengetik perintah manualMelalui fitur filter/pencarian
FungsiMenyaring file/direktoriMencari file berdasarkan nama/pola
Contohdir *.docxKetik “*.docx” di kolom pencarian

⭐ Contoh Karakter Wildcard

KarakterFungsi
*Mewakili semua karakter (termasuk kosong)
?Mewakili satu karakter tunggal
[ ]Menentukan karakter tertentu atau rentang karakter
[^ ]Mewakili semua karakter kecuali yang disebut

🔍 Wildcard vs Regular Expression

WildcardRegex
Sederhana, cepatKompleks, sangat fleksibel
*.txt^.*\.txt$
Digunakan di shell/file systemDigunakan di pemrograman dan text processing

🧩 Kuantifier Regex

KuantifierArti
*0 atau lebih kali
+1 atau lebih kali
?0 atau 1 kali
{n}Tepat n kali
{n,}Minimal n kali
{n,m}Antara n dan m kali

⚙️ Wildcard dalam Pencarian File

berkas*.txt

Mencari semua file yang dimulai dengan “berkas” dan diakhiri dengan “.txt”.

⚓ Jangkar (Anchor) dalam Regex

SimbolArti
^Awal baris
$Akhir baris
\bBatas kata
\BBukan batas kata

🛠️ Contoh Konfigurasi ACL pada Router Cisco

Router> enable
Router# configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)# access-list 20 permit 10.10.10.0 0.0.0.255
Router(config)# access-list 20 deny any
Router(config)# interface GigabitEthernet0/1
Router(config-if)# ip access-group 20 out
Router(config-if)# end
Router# copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
Router#

Pada konfigurasi di atas:

  • 10.10.10.0 0.0.0.255 → Wildcard mask subnet yang diizinkan.
  • 0.0.0.255 berarti 255 host terakhir dari jaringan 10.10.10.0 diizinkan.
  • deny any menolak semua trafik lain di luar subnet tersebut.

🧠 Kesimpulan

Wildcard sangat berguna dalam mencari, memfilter, dan mencocokkan pola baik di sistem operasi, pemrograman, maupun jaringan komputer. Dalam jaringan Cisco, wildcard digunakan untuk menentukan rentang IP yang diizinkan atau ditolak dalam Access Control List (ACL).

© 2025 - Penjelasan Wildcard dan Penggunaannya | Desain oleh ChatGPT

IP Address 192.168.1.0/27 - untuk subnet ke 4 - Kelompok 4

Subnetting IP Address 192.168.1.0/27 - Subnet ke-4

Subnetting IP Address 192.168.1.0/27

Subnet ke-4

Anggota Kelompok 4:

  • Kamarul Arifin Muzaffar (21)
  • M Yusuf Safiudin Faturrahman (23)
  • M Alqaus Sigit Widodo (28)
  • Niken Ayu Larasati (32)
  • Vitaningsih Rahmawati (38)

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C (/27)

Diketahui:

  • IP Address : 192.168.1.0/27
  • Subnet Mask : 255.255.255.224
  • Subnet Mask (biner): 11111111.11111111.11111111.11100000

Perhitungan:

  • Jumlah Subnet = 2³ = 8 subnet
  • Jumlah Host per Subnet = 2⁵ − 2 = 30 host
  • Blok Subnet = 256 − 224 = 32
  • Subnet Lengkap: 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224

Hasil Subnetting

No Rentang Subnet
1192.168.1.0 – 192.168.1.31
2192.168.1.32 – 192.168.1.63
3192.168.1.64 – 192.168.1.95
4192.168.1.96 – 192.168.1.127 ← Subnet ke-4
5192.168.1.128 – 192.168.1.159
6192.168.1.160 – 192.168.1.191
7192.168.1.192 – 192.168.1.223
8192.168.1.224 – 192.168.1.255

Subnet ke-4: 192.168.1.96 – 192.168.1.127

Keterangan Alamat IP
Subnet192.168.1.96
Host 1192.168.1.97
Host 2192.168.1.98
Host 3192.168.1.99
Host 4192.168.1.100
Host 5192.168.1.101
Host 6192.168.1.102
Host 7192.168.1.103
Host 8192.168.1.104
Host 9192.168.1.105
Host 10192.168.1.106
Host 11192.168.1.107
Host 12192.168.1.108
Host 13192.168.1.109
Host 14192.168.1.110
Host 15192.168.1.111
Host 16192.168.1.112
Host 17192.168.1.113
Host 18192.168.1.114
Host 19192.168.1.115
Host 20192.168.1.116
Host 21192.168.1.117
Host 22192.168.1.118
Host 23192.168.1.119
Host 24192.168.1.120
Host 25192.168.1.121
Host 26192.168.1.122
Host 27192.168.1.123
Host 28192.168.1.124
Host 29192.168.1.125
Host 30192.168.1.126
Broadcast192.168.1.127

Kesimpulan:
Subnet ke-4 memiliki rentang IP 192.168.1.96 – 192.168.1.127 dengan jumlah 30 host usable (192.168.1.97 – 192.168.1.126).
Subnet Mask-nya adalah 255.255.255.224.

IP Address 192.168.1.0/29 - untuk subnet ke 18

Perhitungan Subnetting IP Address 192.168.1.0/29 — Subnet ke-18

Perhitungan Subnetting IP Address 192.168.1.0/29 — Subnet ke-18

Subnetting merupakan teknik pembagian jaringan IP menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Pada kesempatan kali ini, kita membahas perhitungan subnetting untuk IP Address 192.168.1.0/29 dan fokus pada subnet ke-18.

Konsep Dasar Subnetting /29

Notasi /29 menunjukkan 29 bit untuk network, 3 bit untuk host.

IP Address : 192.168.1.0/29
Subnet Mask : 255.255.255.248
Representasi biner subnet mask:
11111111.11111111.11111111.11111000
└──────── 29 bit network ────────┘└3 bit host┘

Rumus-Rumus Penting

Menghitung Jumlah Subnet

Dari /24 → /29 meminjam 5 bit → jumlah subnet = 25 = 32 subnet.

Menghitung Jumlah Host

Bit host = 3 → alamat per subnet = 23 = 8 → host usable = 8 − 2 = 6 (dikurangi 2 untuk network & broadcast)

Menentukan Block Size

Block size = 256 − 248 = 8. Artinya setiap subnet melompat setiap 8 alamat.

Informasi Subnet (Ringkasan)

  • Jumlah Total Subnet: 32 subnet
  • Host per Subnet: 6 host usable
  • Block Size: 8
  • Subnet Mask: 255.255.255.248
  • Wildcard Mask: 0.0.0.7

Daftar Seluruh Subnet (Rentang Tiap Blok 8)

No. Rentang IP
1192.168.1.0 - 192.168.1.7
2192.168.1.8 - 192.168.1.15
3192.168.1.16 - 192.168.1.23
4192.168.1.24 - 192.168.1.31
5192.168.1.32 - 192.168.1.39
6192.168.1.40 - 192.168.1.47
7192.168.1.48 - 192.168.1.55
8192.168.1.56 - 192.168.1.63
9192.168.1.64 - 192.168.1.71
10192.168.1.72 - 192.168.1.79
11192.168.1.80 - 192.168.1.87
12192.168.1.88 - 192.168.1.95
13192.168.1.96 - 192.168.1.103
14192.168.1.104 - 192.168.1.111
15192.168.1.112 - 192.168.1.119
16192.168.1.120 - 192.168.1.127
17192.168.1.128 - 192.168.1.135
18192.168.1.136 - 192.168.1.143 ← SUBNET KE-18
19192.168.1.144 - 192.168.1.151
20192.168.1.152 - 192.168.1.159
21192.168.1.160 - 192.168.1.167
22192.168.1.168 - 192.168.1.175
23192.168.1.176 - 192.168.1.183
24192.168.1.184 - 192.168.1.191
25192.168.1.192 - 192.168.1.199
26192.168.1.200 - 192.168.1.207
27192.168.1.208 - 192.168.1.215
28192.168.1.216 - 192.168.1.223
29192.168.1.224 - 192.168.1.231
30192.168.1.232 - 192.168.1.239
31192.168.1.240 - 192.168.1.247
32192.168.1.248 - 192.168.1.255

Pembahasan Subnet ke-18

Dari daftar di atas, Subnet ke-18 adalah 192.168.1.136 - 192.168.1.143.

Rincian Alamat IP pada Subnet ke-18

FungsiAlamat IPKeterangan
Network Address192.168.1.136Alamat jaringan
Host 1192.168.1.137Mis. gateway/router
Host 2192.168.1.138Host
Host 3192.168.1.139Host
Host 4192.168.1.140Host
Host 5192.168.1.141Host
Host 6192.168.1.142Host
Broadcast192.168.1.143Alamat broadcast

Range host usable: 192.168.1.137 – 192.168.1.142 (6 alamat)

Ringkasan Subnet ke-18

  • Network Address: 192.168.1.136/29
  • Subnet Mask: 255.255.255.248
  • Range Host: 192.168.1.137 - 192.168.1.142
  • Broadcast Address: 192.168.1.143
  • Jumlah Host: 6 usable host

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

Gambar 4.28 Diagram Alur Proses Splicing Fiber Optik Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik ...