Rabu, 26 November 2025

Subbetting VLSM dengan Network: 192.168.10.0/25



VLSM — Variable Length Subnet Mask
Ringkasan, prinsip, contoh /24, dan kasus tambahan /25 (lengkap dengan diagram & tabel)

1. Pengertian VLSM

VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah teknik subnetting di mana satu jaringan IP dibagi menjadi beberapa subnet dengan ukuran berbeda sesuai kebutuhan host. Tidak semua subnet harus memiliki jumlah host sama; VLSM menyesuaikan ukuran subnet agar penggunaan IP Address lebih efisien. VLSM adalah pengembangan dari FLSM (Fixed Length Subnet Mask) yang memberikan ukuran sama ke semua subnet.

2. Kenapa VLSM Dibutuhkan?

FLSM sering menyebabkan pemborosan IP karena setiap subnet diberi kapasitas sama meski tidak diperlukan. Dengan VLSM, kita dapat:

  • Membuat subnet besar untuk banyak host.
  • Membuat subnet kecil untuk sedikit host.
  • Mengoptimalkan penggunaan alamat IPv4 yang terbatas.

3. Prinsip Dasar VLSM

  • Hitung kebutuhan host tiap subnet.
  • Urutkan kebutuhan dari terbesar ke terkecil.
  • Alokasikan blok terbesar terlebih dahulu.
  • Gunakan batas biner (blok 2ⁿ) untuk pemotongan.
  • Pastikan tidak terjadi overlap.

4. Contoh Kasus VLSM — Network: 192.168.10.0/24

Kebutuhan:

  • Subnet A = 100 host
  • Subnet B = 50 host
  • Subnet C = 25 host
  • Subnet D = 10 host
Solusi (ringkas): Subnet A → /25 → 192.168.10.0/25 (128 addr, 126 usable)
Subnet B → /26 → 192.168.10.128/26 (64 addr, 62 usable)
Subnet C → /27 → 192.168.10.192/27 (32 addr, 30 usable)
Subnet D → /28 → 192.168.10.224/28 (16 addr, 14 usable)
192.168.10.0/24 (0 - 255) ├─ 192.168.10.0/25 (0 - 127) -> Subnet A (100 host) └─ 192.168.10.128/25 (128 - 255) ├─ 192.168.10.128/26 (128 - 191) -> Subnet B (50 host) └─ 192.168.10.192/26 (192 - 255) ├─ 192.168.10.192/27 (192 - 223) -> Subnet C (25 host) └─ 192.168.10.224/27 (224 - 255) ├─ 192.168.10.224/28 (224 - 239) -> Subnet D (10 host) └─ 192.168.10.240/28 (240 - 255) -> Sisa
SubnetPrefixNetworkUsable RangeBroadcastTotal AddrUsable Hosts
Subnet A/25192.168.10.0192.168.10.1 - 192.168.10.126192.168.10.127128126
Subnet B/26192.168.10.128192.168.10.129 - 192.168.10.190192.168.10.1916462
Subnet C/27192.168.10.192192.168.10.193 - 192.168.10.222192.168.10.2233230
Subnet D/28192.168.10.224192.168.10.225 - 192.168.10.238192.168.10.2391614

5. Kelebihan VLSM

  • Efisien dalam penggunaan IP Address.
  • Fleksibel untuk berbagai ukuran subnet.
  • Cocok untuk jaringan besar dengan banyak subnet berbeda.

6. Kekurangan VLSM

  • Perhitungannya lebih rumit dibanding FLSM.
  • Perlu dokumentasi yang baik agar tidak terjadi overlap.
  • Hanya bisa digunakan pada routing yang mendukung classless addressing (CIDR).

Diagram Visual — Alur Perhitungan VLSM (Algoritma singkat)

1) Hitung kebutuhan host tiap subnet. (mis. A:100, B:50, C:25, D:10) 2) Urutkan kebutuhan dari terbesar → terkecil. 3) Ambil blok terbesar yang tersedia (network source) dan alokasikan prefix terkecil yang memenuhi kebutuhan. 4) Dari sisa blok yang belum dipakai, ulangi langkah 3 untuk kebutuhan berikutnya. 5) Periksa overlap dan dokumentasikan setiap alokasi.

Penjelasan langkah pada contoh /24

Contoh: 192.168.10.0/24 — kita butuh A:100, B:50, C:25, D:10.

  1. Pilih untuk Subnet A: butuh ≥100 → blok terdekat yang memenuhi adalah 128 alamat → prefix /25. Alokasikan 192.168.10.0/25.
  2. Dari sisa 192.168.10.128/25, pilih Subnet B: butuh ≥50 → ambil /26 (64 alamat) → 192.168.10.128/26.
  3. Sisa 192.168.10.192/26 → untuk Subnet C gunakan /27 (32 alamat) → 192.168.10.192/27.
  4. Sisa 192.168.10.224/27 → untuk Subnet D gunakan /28 (16 alamat) → 192.168.10.224/28.

Tips praktis & checklist

  • Urutkan kebutuhan dari terbesar ke terkecil agar menghindari fragmentasi.
  • Gunakan kalkulator subnet atau spreadsheet untuk menghindari kesalahan.
  • Dokumentasikan network, prefix, gateway (mis. .1), range DHCP, dan tujuan tiap subnet.
  • Periksa overlap: semua network harus non-overlapping.
  • Simpan cadangan beberapa blok kecil untuk pertumbuhan mendadak.
  • Pastikan router/perangkat mendukung CIDR/classless routing.
Checklist validasi akhir sebelum deploy: Semua kebutuhan host terpenuhi • Tidak ada overlap • Gateway & DHCP terdefinisi • Dokumentasi lengkap • Cadangan tersedia

Kasus Tambahan — Network: 192.168.10.0/25

Kebutuhan:

  • Subnet A = 60 host
  • Subnet B = 24 host
  • Subnet C = 12 host
  • Subnet D = 5 host
Keterangan: /25 memiliki 128 alamat total (126 usable). Dengan VLSM kita bisa bagi menjadi beberapa prefix yang sesuai kebutuhan.
SubnetKebutuhanBlok terdekatPrefix
Subnet A6064/26
Subnet B2432/27
Subnet C1216/28
Subnet D58/29
Network utama: 192.168.10.0/25 (0 - 127) 1) Alokasikan Subnet A (60 host) → /26 (64 addr) => 192.168.10.0/26 (0 - 63) usable: .1 - .62 | broadcast .63 2) Sisa mulai dari 192.168.10.64 Alokasikan Subnet B (24 host) → /27 (32 addr) => 192.168.10.64/27 (64 - 95) usable: .65 - .94 | broadcast .95 3) Sisa mulai dari 192.168.10.96 Alokasikan Subnet C (12 host) → /28 (16 addr) => 192.168.10.96/28 (96 - 111) usable: .97 - .110 | broadcast .111 4) Sisa mulai dari 192.168.10.112 Alokasikan Subnet D (5 host) → /29 (8 addr) => 192.168.10.112/29 (112 - 119) usable: .113 - .118 | broadcast .119 Sisa cadangan: 192.168.10.120 - 192.168.10.127 (192.168.10.120/29)
SubnetNetworkPrefixUsable RangeBroadcastTotal AddrUsable Hosts
A192.168.10.0/26192.168.10.1 - 192.168.10.62192.168.10.636462
B192.168.10.64/27192.168.10.65 - 192.168.10.94192.168.10.953230
C192.168.10.96/28192.168.10.97 - 192.168.10.110192.168.10.1111614
D192.168.10.112/29192.168.10.113 - 192.168.10.118192.168.10.11986
Cadangan192.168.10.120/29192.168.10.121 - 192.168.10.126192.168.10.12786
Catatan: Perhitungan di atas mengikuti aturan blok biner (2ⁿ). Untuk setiap subnet, jumlah usable hosts = total addr - 2 (network & broadcast), kecuali jika digunakan skenario khusus seperti point-to-point yang mengizinkan penggunaan berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

Gambar 4.28 Diagram Alur Proses Splicing Fiber Optik Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik ...