Senin, 13 Juli 2026

Perkembangan Sistem Operasi Open Source

🐧 PERKEMBANGAN SISTEM OPERASI OPEN SOURCE

Materi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengenai sejarah dan perkembangan sistem operasi Open Source, dari kultur hacker era 1960-an hingga lahirnya Linux dan GNU.

Apa itu Open Source?


Open source adalah istilah untuk software yang kode programnya disediakan oleh pengembangnya untuk umum, agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan lebih lanjut, serta disebarluaskan. Apabila pembuat program melarang orang lain untuk mengubah dan/atau menyebarluaskan program buatannya, maka program itu bukan open source, meskipun kode programnya tersedia.

Open Source vs Free Software

Open source merupakan salah satu syarat agar suatu software dikatakan Free Software. Free software pasti open source software, namun open source software belum tentu free software.

Contoh Perbandingan Lisensi

🐧 Linux — Free Software

Berlisensi free software dan tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak free software.

VS

🖥️ FreeBSD — Open Source Software

Berlisensi open source software dan dapat diubah menjadi tidak open source. FreeBSD (open source) merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OS X (tidak open source).

Jejak FreeBSD di Indonesia

Mulai tahun 1994–1995, server-server di Institut Teknologi Bandung (ITB) mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya karena tangguh untuk keamanan jaringan maupun server. Namun, para administrator jaringan di Computer Network Research Group (CNRG) ITB kemudian lebih menyukai laptop Mac dengan sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD.

📜 Lini Masa Sejarah Open Source

1960 – 1970-an

Kultur Hacker di Kampus Amerika

Sejarah piranti lunak open source bisa ditarik jauh ke belakang, sejak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer universitas Amerika seperti Stanford University, University of California Berkeley, dan Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Perkembangan ini awalnya tumbuh dari komunitas pemrogram kecil namun sangat erat, di mana mereka biasa bertukar kode program dan setiap orang dapat memodifikasi program buatan orang lain sesuai kepentingannya, lalu hasil modifikasinya disebarkan kembali ke komunitas. Perkembangan ini dipelopori oleh Richard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10.

Awal 1980-an

Bubarnya Komunitas Hacker MIT

Komunitas hacker di MIT dan universitas lain bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Akibatnya banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi usang. Pengganti PDP-10 seperti VAX dan 68020 memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satu pun piranti lunak bebas — pengguna harus menandatangani nondisclosure agreement untuk mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem tersebut.

Januari 1984 – 1985

Richard Stallman & Free Software Foundation

Pada Januari 1984, Richard Stallman keluar dari MIT agar MIT tidak dapat mengklaim piranti lunak yang dikembangkannya. Pada tahun 1985 beliau mendirikan organisasi nirlaba Free Software Foundation (FSF) dengan tujuan utama mengembangkan sistem operasi.

gcc

Pengompilasi C hasil pengembangan FSF.

gdb

Debugger yang menjadi bagian dari peranti lunak GNU.

Emacs

Editor teks buatan Stallman dan FSF.

Meski berhasil mengembangkan berbagai perkakas GNU tersebut, Stallman dan FSF hingga saat itu belum berhasil mengembangkan kernel sistem operasi yang menjadi target utamanya — salah satu penyebabnya karena sistem operasi tersebut dikembangkan oleh sekelompok kecil pengembang dan tidak melibatkan komunitas yang lebih luas.

1991

Lahirnya Linux

Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 Universitas Helsinki, Finlandia, bernama Linus Torvalds mulai mengembangkan suatu sistem operasi yang disebutnya Linux. Dalam pengembangannya, Linus Torvalds melempar kode program Linux ke komunitas terbuka untuk dikembangkan bersama.


Gambar 1 — Linus Torvalds. 

Linus Torvalds juga menggunakan lisensi GPL (GNU Public License) milik FSF dalam pengembangan dasar Linux. Lisensi ini memberi kebebasan bagi penggunanya untuk menggunakan dan melihat kode program, memodifikasi dan mendistribusi ulang peranti lunak tersebut, serta jaminan kebebasan agar hasil modifikasinya tetap bebas didistribusikan.

1991 – Sekarang

Lahirnya Distribusi-Distribusi Linux

Komunitas Linux terus berkembang, melahirkan distribusi-distribusi Linux yang berbeda namun memiliki pondasi yang sama, yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc.

Distro Utama

RedHat SuSE Mandrake Slackware Debian

Beberapa dari distribusi di atas ada yang bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan. Contohnya adalah Distro Debian GNU/Linux, yang telah menghasilkan puluhan distro anak.

Distro Turunan Debian

Ubuntu Knoppix Xandros
1998

Lahirnya Istilah "Open Source"

Seiring semakin stabilnya rilis distribusi Linux, minat terhadap peranti lunak yang bebas untuk dibagikan seperti Linux dan GNU semakin meningkat, sehingga muncul kebutuhan untuk mendefinisikan jenis peranti lunak tersebut.

Istilah "free" yang dimaksud oleh FSF menimbulkan banyak persepsi — sebagian mengartikannya sebagai kebebasan sebagaimana dimaksud dalam GPL, sebagian lagi mengartikannya sebagai "gratis" secara ekonomi. Para eksekutif bisnis juga merasa khawatir karena keberadaan perangkat lunak gratis dianggap aneh.

Kondisi ini mendorong munculnya terminologi open source pada tahun 1998, sekaligus mendorong terbentuknya OSI (Open Source Initiative), organisasi nirlaba yang mendorong pemasyarakatan dan penyatuan Open Source, diinisiasi oleh Eric Raymond dan timnya.

📊 Daftar Distribusi Linux Didukung FSF





Berikut beberapa distribusi Linux yang lahir dari komunitas open source dan mempunyai pondasi yang sama, yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc.

Distribusi IndukDistro Turunan
RedHat
SuSE
Mandrake
Slackware
Debian GNU/LinuxUbuntu, Knoppix, Xandros, dan lainnya

📚 Ringkasan Materi

Open Source

Kode program terbuka untuk dipelajari, diubah, dan disebarluaskan.

Free Software Foundation

Didirikan Richard Stallman tahun 1985, melahirkan GNU dan lisensi GPL.

Linux

Dikembangkan Linus Torvalds sejak 1991, dikembangkan bersama komunitas terbuka.

Open Source Initiative

Terbentuk 1998, mendorong pemasyarakatan istilah dan gerakan open source.

Kesimpulan

Sistem operasi open source lahir dari kultur berbagi kode di kalangan hacker kampus Amerika era 1960–70an, diformalkan melalui Free Software Foundation dan lisensi GPL oleh Richard Stallman, lalu mencapai puncaknya lewat kernel Linux karya Linus Torvalds pada 1991 yang dikembangkan secara terbuka bersama komunitas hingga melahirkan berbagai distribusi seperti Debian, Ubuntu, dan lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar