Gambar 4.28 Diagram Alur Proses Splicing Fiber Optik
Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik
Gambar 4.28 Diagram Alur Splicing dalam Komunikasi Optik
1. Pengertian Splicing Fiber Optic
Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.
Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:
- Backbone jaringan
- Joint closure
- Perpanjangan kabel fiber optik
2. Tujuan Splicing
- Menghubungkan kabel fiber optik
- Memperpanjang jalur transmisi
- Memperbaiki kabel fiber yang putus
- Menjaga kualitas sinyal optik
- Mengurangi redaman dan refleksi
3. Prinsip Kerja Splicing
Splicing bekerja dengan prinsip:
- Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi
- Cahaya tetap merambat lurus
- Pantulan (reflection) minimal
- Kehilangan daya (loss) sangat kecil
Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.
4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic
A. Fusion Splicing
- Menggunakan Fusion Splicer
- Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
- Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
- Sambungan kuat dan tahan lama
- Backbone FO
- Jaringan ISP
- Jaringan jarak jauh
B. Mechanical Splicing
- Menggunakan alat mekanik dan gel optik
- Lebih cepat dan murah
- Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)
- Perbaikan darurat
- Instalasi sementara
- Latihan/praktikum
5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing
- Core (inti penghantar cahaya)
- Cladding (pembungkus core)
- Coating (pelindung fiber)
- Fusion Splicer
- Fiber Cleaver
- Stripper Fiber
- Splice Protector (Sleeve)
6. Parameter Kualitas Splicing
- Insertion Loss: Kehilangan daya akibat sambungan (standar baik ≤ 0,1 dB)
- Return Loss: Pantulan cahaya ke arah sumber (nilai besar menandakan pantulan kecil)
7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing
- Kebersihan ujung fiber
- Ketepatan pemotongan (cleaving)
- Keselarasan core
- Jenis fiber (Single Mode / Multi Mode)
- Kualitas alat splicer
- Keterampilan teknisi
8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik
- Menentukan keandalan jaringan
- Mempengaruhi jarak transmisi
- Berpengaruh pada kecepatan dan kualitas data
- Mengurangi gangguan dan error sinyal
9. Contoh Penerapan Splicing
- Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
- Jaringan Metro Ethernet
- Backbone antar gedung/kota
- Sistem komunikasi data dan internet


